<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://kristus.co/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Kristus</id>
	<title>TOP Kristus - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://kristus.co/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Kristus"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Kristus"/>
	<updated>2026-04-10T00:05:33Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.0</generator>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=27</id>
		<title>Kontak</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=27"/>
		<updated>2021-05-20T05:03:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Jika Anda menemukan masalah ketika mengunjungi situs atau aplikasi SABDA, Anda dapat menghubungi kami di [http://issues.sabda.org Form Laporan Masalah/Saran].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lewatkan berita-berita terbaru di YLSA dengan mengunjungi link berikut: [http://news.sabda.org SABDA NEWS].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda juga bisa memberikan saran atau masukan dengan mengisi form pada link berikut: [http://kontak.sabda.org/?link=form4 Form Kontak].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih!&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:Sidebar&amp;diff=26</id>
		<title>MediaWiki:Sidebar</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:Sidebar&amp;diff=26"/>
		<updated>2021-04-27T04:58:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;* SEARCH&lt;br /&gt;
* navigation&lt;br /&gt;
** {{SITENAME}}|{{SITENAME}}&lt;br /&gt;
** Tentang|Tentang&lt;br /&gt;
** FAQ|FAQ&lt;br /&gt;
** Lowongan|Lowongan&lt;br /&gt;
** http://kontak.sabda.org/?link=form4|Kontak&lt;br /&gt;
** http://news.sabda.org|SABDA NEWS&lt;br /&gt;
* TOOLBOX&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=25</id>
		<title>TOP Kristus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=25"/>
		<updated>2017-01-12T03:18:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;&amp;lt;big&amp;gt;Siapakah Kristus?&amp;lt;/big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;html&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/Xlpd-FuwZxY&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/html&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- Video Inggris&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/AWZYgVK_DJI&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya Yesus Kristus dipandang sebagai seseorang yang pernah hidup di Israel sekitar 2000 tahun yang lalu. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus Kristus didiskusikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir setiap agama besar berpandangan bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh. Masalahnya, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.S. Lewis dalam bukunya &#039;&#039;Mere Christianity&#039;&#039; menulis, “Saya berusaha mencegah orang mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: ‘Saya siap menganggap Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.’ Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seorang manusia biasa mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus, tidak mungkin dirinya merupakan seorang pengajar moral yang agung. Kalau ia bukan orang gila – yang mungkin setara dengan orang yang mengatakan dirinya telur rebus – pastilah ia Iblis dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;big&amp;gt;Engkau harus menentukan pilihanmu.&amp;lt;/big&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini adalah Anak Allah, orang gila atau lebih parah…. Anda silakan menutup telinga dan menganggapNya orang bodoh, Anda bisa meludahiNya, membunuhNya sebagai iblis, atau Anda bisa tersungkur di kakiNya dan menyebutNya Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan Dia hanyalah seorang pengajar yang agung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jadi siapakah Kristus? Apa kata Alkitab mengenai Dia? ===&lt;br /&gt;
1) Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Yesus Kristus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah deklarasi bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini &amp;quot;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&amp;quot; (Yohanes 10:33).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus Kristus sebagai sebuah deklarasi bahwa diriNya adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus Kristus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus betul-betul telah menyatakan diriNya adalah Allah dengan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus Kristus menyatakan, &amp;quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.&amp;quot; Kembali orang-orang Yahudi meresponi dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus Kristus (Yohanes 8:59).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus menyatakan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus Kristus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Melalui Yohanes 1:14 kemudian dinyatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Tomas, salah satu rasul, mengungkapkan pada Yesus Kristus, &amp;quot;Ya Tuhanku dan Allahku!&amp;quot; (Yohanes 20:28). Yesus Kristus tidak mengoreksi dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5) Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6) Allah Bapa adalah saksi dari identitas Yesus Kristus yang paling bisa dijadikan pegangan, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: &amp;quot;Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7) Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama juga menyatakan keilahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, percaya kepada Yesus Kristus sebagai seorang guru yang baik &#039;&#039;bukanlah sebuah pilihan&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus dengan jelas dan tak dapat disangkal telah menyatakan diriNya sebagai Allah. Kalau Dia bukan Allah, Dia adalah seorang pendusta, yang berarti bukanlah seorang nabi, guru yang baik atau manusia yang beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam usaha menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus, para “sarjana-sarjana” modern mengatakan bahwa “Yesus sebagai sosok sejarah ” tidak mengucapkan banyak hal seperti yang tercatat di Alkitab. Siapakah kita yang dapat berdebat dengan Firman Tuhan mengenai apa yang Yesus Kristus katakan atau tidak katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana seorang “sarjana” yang hidup dua ribu tahun setelah Yesus Kristus dapat lebih mengerti apa yang Yesus Kristus katakan dan tidak katakan, dibanding dengan mereka yang hidup bersamaNya, melayani bersamaNya dan diajar langsung olehNya sendiri (Yohanes 14:26)?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mengapa pertanyaan mengenai identitas Yesus Kristus yang sebenarnya begitu penting? Mengapa penting kalau Yesus Kristus itu Allah atau bukan? ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang paling penting bahwa Yesus Kristus haruslah Allah karena jika Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah memadai untuk membayar hutang dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus haruslah Allah sehingga Dia dapat membayar hutang kita. Tapi, Yesus Kristus juga haruslah manusia supaya Dia bisa mati secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus! Keilahian Yesus Kristus adalah alasan mengapa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keilahian Yesus Kristus adalah dasar mengapa Dia menyatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Baca artikel lainnya di ==&lt;br /&gt;
* [http://alkitab.sabda.org/advanced.php?search=kristus&amp;amp;dict=on&amp;amp;lex=on&amp;amp;ill=on&amp;amp;qa=on&amp;amp;artc=on&amp;amp;arts=on&amp;amp;tsk=on&amp;amp;hym=on&amp;amp;content=yes Alkitab SABDA]&lt;br /&gt;
* [https://www.gotquestions.org/Indonesia/Pertanyaan-Yesus-Kristus.html gotquestions.org (Bahasa Indonesia)]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus|Siapakah Kristus? Sifat dan Karya Kristus]]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus yang Naik ke Surga]]?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=24</id>
		<title>TOP Kristus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=24"/>
		<updated>2017-01-12T03:18:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;&amp;lt;big&amp;gt;Siapakah Kristus?&amp;lt;/big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;html&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/Xlpd-FuwZxY&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/html&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- Video Inggris&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/AWZYgVK_DJI&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot; /&amp;gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya Yesus Kristus dipandang sebagai seseorang yang pernah hidup di Israel sekitar 2000 tahun yang lalu. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus Kristus didiskusikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir setiap agama besar berpandangan bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh. Masalahnya, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.S. Lewis dalam bukunya &#039;&#039;Mere Christianity&#039;&#039; menulis, “Saya berusaha mencegah orang mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: ‘Saya siap menganggap Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.’ Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seorang manusia biasa mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus, tidak mungkin dirinya merupakan seorang pengajar moral yang agung. Kalau ia bukan orang gila – yang mungkin setara dengan orang yang mengatakan dirinya telur rebus – pastilah ia Iblis dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;big&amp;gt;Engkau harus menentukan pilihanmu.&amp;lt;/big&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini adalah Anak Allah, orang gila atau lebih parah…. Anda silakan menutup telinga dan menganggapNya orang bodoh, Anda bisa meludahiNya, membunuhNya sebagai iblis, atau Anda bisa tersungkur di kakiNya dan menyebutNya Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan Dia hanyalah seorang pengajar yang agung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jadi siapakah Kristus? Apa kata Alkitab mengenai Dia? ===&lt;br /&gt;
1) Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Yesus Kristus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah deklarasi bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini &amp;quot;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&amp;quot; (Yohanes 10:33).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus Kristus sebagai sebuah deklarasi bahwa diriNya adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus Kristus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus betul-betul telah menyatakan diriNya adalah Allah dengan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus Kristus menyatakan, &amp;quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.&amp;quot; Kembali orang-orang Yahudi meresponi dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus Kristus (Yohanes 8:59).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus menyatakan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus Kristus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Melalui Yohanes 1:14 kemudian dinyatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Tomas, salah satu rasul, mengungkapkan pada Yesus Kristus, &amp;quot;Ya Tuhanku dan Allahku!&amp;quot; (Yohanes 20:28). Yesus Kristus tidak mengoreksi dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5) Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6) Allah Bapa adalah saksi dari identitas Yesus Kristus yang paling bisa dijadikan pegangan, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: &amp;quot;Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7) Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama juga menyatakan keilahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, percaya kepada Yesus Kristus sebagai seorang guru yang baik &#039;&#039;bukanlah sebuah pilihan&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus dengan jelas dan tak dapat disangkal telah menyatakan diriNya sebagai Allah. Kalau Dia bukan Allah, Dia adalah seorang pendusta, yang berarti bukanlah seorang nabi, guru yang baik atau manusia yang beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam usaha menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus, para “sarjana-sarjana” modern mengatakan bahwa “Yesus sebagai sosok sejarah ” tidak mengucapkan banyak hal seperti yang tercatat di Alkitab. Siapakah kita yang dapat berdebat dengan Firman Tuhan mengenai apa yang Yesus Kristus katakan atau tidak katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana seorang “sarjana” yang hidup dua ribu tahun setelah Yesus Kristus dapat lebih mengerti apa yang Yesus Kristus katakan dan tidak katakan, dibanding dengan mereka yang hidup bersamaNya, melayani bersamaNya dan diajar langsung olehNya sendiri (Yohanes 14:26)?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mengapa pertanyaan mengenai identitas Yesus Kristus yang sebenarnya begitu penting? Mengapa penting kalau Yesus Kristus itu Allah atau bukan? ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang paling penting bahwa Yesus Kristus haruslah Allah karena jika Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah memadai untuk membayar hutang dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus haruslah Allah sehingga Dia dapat membayar hutang kita. Tapi, Yesus Kristus juga haruslah manusia supaya Dia bisa mati secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus! Keilahian Yesus Kristus adalah alasan mengapa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keilahian Yesus Kristus adalah dasar mengapa Dia menyatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Baca artikel lainnya di ==&lt;br /&gt;
* [http://alkitab.sabda.org/advanced.php?search=kristus&amp;amp;dict=on&amp;amp;lex=on&amp;amp;ill=on&amp;amp;qa=on&amp;amp;artc=on&amp;amp;arts=on&amp;amp;tsk=on&amp;amp;hym=on&amp;amp;content=yes Alkitab SABDA]&lt;br /&gt;
* [https://www.gotquestions.org/Indonesia/Pertanyaan-Yesus-Kristus.html gotquestions.org (Bahasa Indonesia)]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus|Siapakah Kristus? Sifat dan Karya Kristus]]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus yang Naik ke Surga]]?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=23</id>
		<title>TOP Kristus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=23"/>
		<updated>2017-01-12T03:16:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;&amp;lt;big&amp;gt;Siapakah Kristus?&amp;lt;/big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/Xlpd-FuwZxY&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- Video Inggris&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/AWZYgVK_DJI&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya Yesus Kristus dipandang sebagai seseorang yang pernah hidup di Israel sekitar 2000 tahun yang lalu. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus Kristus didiskusikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir setiap agama besar berpandangan bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh. Masalahnya, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.S. Lewis dalam bukunya &#039;&#039;Mere Christianity&#039;&#039; menulis, “Saya berusaha mencegah orang mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: ‘Saya siap menganggap Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.’ Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seorang manusia biasa mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus, tidak mungkin dirinya merupakan seorang pengajar moral yang agung. Kalau ia bukan orang gila – yang mungkin setara dengan orang yang mengatakan dirinya telur rebus – pastilah ia Iblis dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;big&amp;gt;Engkau harus menentukan pilihanmu.&amp;lt;/big&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini adalah Anak Allah, orang gila atau lebih parah…. Anda silakan menutup telinga dan menganggapNya orang bodoh, Anda bisa meludahiNya, membunuhNya sebagai iblis, atau Anda bisa tersungkur di kakiNya dan menyebutNya Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan Dia hanyalah seorang pengajar yang agung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jadi siapakah Kristus? Apa kata Alkitab mengenai Dia? ===&lt;br /&gt;
1) Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Yesus Kristus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah deklarasi bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini &amp;quot;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&amp;quot; (Yohanes 10:33).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus Kristus sebagai sebuah deklarasi bahwa diriNya adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus Kristus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus betul-betul telah menyatakan diriNya adalah Allah dengan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus Kristus menyatakan, &amp;quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.&amp;quot; Kembali orang-orang Yahudi meresponi dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus Kristus (Yohanes 8:59).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus menyatakan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus Kristus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Melalui Yohanes 1:14 kemudian dinyatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Tomas, salah satu rasul, mengungkapkan pada Yesus Kristus, &amp;quot;Ya Tuhanku dan Allahku!&amp;quot; (Yohanes 20:28). Yesus Kristus tidak mengoreksi dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5) Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6) Allah Bapa adalah saksi dari identitas Yesus Kristus yang paling bisa dijadikan pegangan, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: &amp;quot;Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7) Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama juga menyatakan keilahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, percaya kepada Yesus Kristus sebagai seorang guru yang baik &#039;&#039;bukanlah sebuah pilihan&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus dengan jelas dan tak dapat disangkal telah menyatakan diriNya sebagai Allah. Kalau Dia bukan Allah, Dia adalah seorang pendusta, yang berarti bukanlah seorang nabi, guru yang baik atau manusia yang beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam usaha menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus, para “sarjana-sarjana” modern mengatakan bahwa “Yesus sebagai sosok sejarah ” tidak mengucapkan banyak hal seperti yang tercatat di Alkitab. Siapakah kita yang dapat berdebat dengan Firman Tuhan mengenai apa yang Yesus Kristus katakan atau tidak katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana seorang “sarjana” yang hidup dua ribu tahun setelah Yesus Kristus dapat lebih mengerti apa yang Yesus Kristus katakan dan tidak katakan, dibanding dengan mereka yang hidup bersamaNya, melayani bersamaNya dan diajar langsung olehNya sendiri (Yohanes 14:26)?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mengapa pertanyaan mengenai identitas Yesus Kristus yang sebenarnya begitu penting? Mengapa penting kalau Yesus Kristus itu Allah atau bukan? ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang paling penting bahwa Yesus Kristus haruslah Allah karena jika Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah memadai untuk membayar hutang dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus haruslah Allah sehingga Dia dapat membayar hutang kita. Tapi, Yesus Kristus juga haruslah manusia supaya Dia bisa mati secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus! Keilahian Yesus Kristus adalah alasan mengapa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keilahian Yesus Kristus adalah dasar mengapa Dia menyatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Baca artikel lainnya di ==&lt;br /&gt;
* [http://alkitab.sabda.org/advanced.php?search=kristus&amp;amp;dict=on&amp;amp;lex=on&amp;amp;ill=on&amp;amp;qa=on&amp;amp;artc=on&amp;amp;arts=on&amp;amp;tsk=on&amp;amp;hym=on&amp;amp;content=yes Alkitab SABDA]&lt;br /&gt;
* [https://www.gotquestions.org/Indonesia/Pertanyaan-Yesus-Kristus.html gotquestions.org (Bahasa Indonesia)]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus|Siapakah Kristus? Sifat dan Karya Kristus]]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus yang Naik ke Surga]]?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=22</id>
		<title>TOP Kristus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=22"/>
		<updated>2017-01-11T09:10:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;&amp;lt;big&amp;gt;Siapakah Kristus?&amp;lt;/big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/Xlpd-FuwZxY&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- Video Inggris&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/AWZYgVK_DJI&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya Yesus Kristus dipandang sebagai seseorang yang pernah hidup di Israel sekitar 2000 tahun yang lalu. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus Kristus didiskusikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir setiap agama besar berpandangan bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh. Masalahnya, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.S. Lewis dalam bukunya &#039;&#039;Mere Christianity&#039;&#039; menulis, “Saya berusaha mencegah orang mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: ‘Saya siap menganggap Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.’ Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seorang manusia biasa mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus, tidak mungkin dirinya merupakan seorang pengajar moral yang agung. Kalau ia bukan orang gila – yang mungkin setara dengan orang yang mengatakan dirinya telur rebus – pastilah ia Iblis dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;big&amp;gt;Engkau harus menentukan pilihanmu.&amp;lt;/big&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini adalah Anak Allah, orang gila atau lebih parah…. Anda silakan menutup telinga dan menganggapNya orang bodoh, Anda bisa meludahiNya, membunuhNya sebagai iblis, atau Anda bisa tersungkur di kakiNya dan menyebutNya Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan Dia hanyalah seorang pengajar yang agung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jadi siapakah Kristus? Apa kata Alkitab mengenai Dia? ===&lt;br /&gt;
1) Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Yesus Kristus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah deklarasi bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini &amp;quot;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&amp;quot; (Yohanes 10:33).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus Kristus sebagai sebuah deklarasi bahwa diriNya adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus Kristus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus betul-betul telah menyatakan diriNya adalah Allah dengan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus Kristus menyatakan, &amp;quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.&amp;quot; Kembali orang-orang Yahudi meresponi dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus Kristus (Yohanes 8:59).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus menyatakan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus Kristus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Melalui Yohanes 1:14 kemudian dinyatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Tomas, salah satu rasul, mengungkapkan pada Yesus Kristus, &amp;quot;Ya Tuhanku dan Allahku!&amp;quot; (Yohanes 20:28). Yesus Kristus tidak mengoreksi dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5) Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6) Allah Bapa adalah saksi dari identitas Yesus Kristus yang paling bisa dijadikan pegangan, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: &amp;quot;Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7) Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama juga menyatakan keilahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, percaya kepada Yesus Kristus sebagai seorang guru yang baik &#039;&#039;bukanlah sebuah pilihan&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus dengan jelas dan tak dapat disangkal telah menyatakan diriNya sebagai Allah. Kalau Dia bukan Allah, Dia adalah seorang pendusta, yang berarti bukanlah seorang nabi, guru yang baik atau manusia yang beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam usaha menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus, para “sarjana-sarjana” modern mengatakan bahwa “Yesus sebagai sosok sejarah ” tidak mengucapkan banyak hal seperti yang tercatat di Alkitab. Siapakah kita yang dapat berdebat dengan Firman Tuhan mengenai apa yang Yesus Kristus katakan atau tidak katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana seorang “sarjana” yang hidup dua ribu tahun setelah Yesus Kristus dapat lebih mengerti apa yang Yesus Kristus katakan dan tidak katakan, dibanding dengan mereka yang hidup bersamaNya, melayani bersamaNya dan diajar langsung olehNya sendiri (Yohanes 14:26)?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mengapa pertanyaan mengenai identitas Yesus Kristus yang sebenarnya begitu penting? Mengapa penting kalau Yesus Kristus itu Allah atau bukan? ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang paling penting bahwa Yesus Kristus haruslah Allah karena jika Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah memadai untuk membayar hutang dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus haruslah Allah sehingga Dia dapat membayar hutang kita. Tapi, Yesus Kristus juga haruslah manusia supaya Dia bisa mati secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus! Keilahian Yesus Kristus adalah alasan mengapa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keilahian Yesus Kristus adalah dasar mengapa Dia menyatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Baca artikel lainnya di ==&lt;br /&gt;
* [https://www.gotquestions.org/Indonesia/Pertanyaan-Yesus-Kristus.html gotquestions.org (Bahasa Indonesia)]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus|Siapakah Kristus? Sifat dan Karya Kristus]]&lt;br /&gt;
* [[Siapakah Kristus yang Naik ke Surga]]?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Siapakah_Kristus_yang_Naik_ke_Surga&amp;diff=21</id>
		<title>Siapakah Kristus yang Naik ke Surga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Siapakah_Kristus_yang_Naik_ke_Surga&amp;diff=21"/>
		<updated>2017-01-11T09:04:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah Kristus, Raja pemenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah Kristus, yang mengutus kita mengabarkan Injil ke seluruh dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah Kristus, yang bersama dengan Bapa mengutus Roh Kudus menjadi pendamping bagi gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau kita melihat abad pertama, kita mengetahui bahwa orang Kristen bukan saja minoritas. Orang Kristen berada di kalangan bawah. Kebanyakan yang menjadi orang Kristen adalah budak, nelayan, orang miskin, orang di pasar, dan sedikit sekali pejabat-pejabat tinggi, konglomerat, atau orang-orang penting di dalam masyarakat yang beriman kepada Yesus Kristus. Dari antara 12 murid Yesus, kita melihat begitu banyak nelayan yang dipanggil. Pengaruh mereka mulai dari grass-root, mulai dari lapisan yang paling bawah sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus menjadi teman dari pemungut cukai, dari orang-orang berdosa. Ia menerima orang-orang yang dibuang oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui kira-kira 300 tahun, kita melihat pengaruh kekristenan sudah mengakibatkan Raja Konstantin akhirnya harus berlutut di hadapan Yesus dan mengakui Dia sebagai Tuhan. Di sini kita melihat di dalam 300 tahun permulaan itu, gereja mengalami penganiayaan, pengucilan, pembunuhan, dan penyiksaan. Begitu banyak martir yang mati mengalirkan darah, mati syahid bagi kepercayaan dan iman kekristenan yang mereka yakini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah yang memberikan kekuatan? Bagaimana mereka bisa bertahan bila tidak ada penolong yang setiap saat berada dengan mereka, yang mempunyai kuasa ilahi, yang berada di tengah-tengah mereka? Siapakah Penolong itu? Dialah Roh Kudus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Yesus berkata, &amp;quot;Aku harus pergi. Aku pergi, maka Dia akan datang. Aku pergi dan bersama dengan Bapa mengirim Roh Kudus agar turun ke atas kamu. Roh Kudus turun ke atas kamu, maka kamu akan berkuasa.&amp;quot; Berkuasa atas apa? Berkuasa atas penderitaan, penganiayaan, dan segala kesulitan sehingga engkau dapat tetap memegang imanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana dalam Perjanjian Lama, umumnya masyarakat saat ini memahami kuasa Allah melalui pertolongan dan kelancaran hidup serta pemberian berkat secara materi atau jasmani. Tetapi kuasa yang kita lihat dalam Perjanjian Baru setelah Kristus naik justru sama sekali terbalik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Tuhan berkuasa, kenapa tidak menyembuhkan saya? &amp;lt;br /&amp;gt;Kalau Tuhan berkuasa kenapa tidak menyertai? &amp;lt;br /&amp;gt;Kalau Tuhan berkuasa, kenapa situasi politik dan situasi ekonomi begitu jelek? &amp;lt;br /&amp;gt;Kalau Tuhan berkuasa, mengapa Nero saja bisa menganiaya rasul? Bisa memaku mati Petrus secara terbalik? &amp;lt;br /&amp;gt;Di mana kuasa Tuhan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekristenan justru memahami kuasa dari kerajaan Tuhan secara antitesis. Di dalam penganiayaan, di dalam kesulitan, di dalam desakan, di dalam kesempitan, di dalam segala sesuatu: kesulitan, sengsara, penderitaan politik, ekonomi dan apa pun juga, iman orang Kristen tidak berkompromi. Orang Kristen tidak menyerah kepada musuh. Itulah kuasa Roh Kudus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan berkata, &amp;quot;Aku pergi dan Aku mengirim Roh Kudus. Roh Kudus mendampingi engkau, saat engkau diutus ke dalam dunia sebagai utusan Tuhan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya minta maaf jikalau saya harus memakai suatu kalimat, bahwa itulah pengutusan yang paling kejam dalam sejarah. Jangan heran kalau ada orang Kristen yang dibunuh. Jangan heran kalau gereja dianiaya. Jangan heran kalau kadang-kadang kita dibiarkan miskin dan sulit luar biasa. Jangan mengomel apalagi heran karena itu cara pengutusan dari Tuhan. &amp;quot;Aku mengutus engkau seperti domba di tengah-tengah kawanan serigala!&amp;quot; Bukankah itu hal yang paling kejam? Coba Saudara bayangkan, seekor domba yang dikelilingi oleh kawanan serigala yang begitu kejam. Serigala yang mempunyai gigi begitu tajam, sifat yang begitu keras, kelompok yang begitu banyak kawannya. Itulah namanya utusan Tuhan. &amp;quot;Aku mengutus engkau seperti domba di tengah-tengah serigala.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya saya minta maaf kalau saya katakan pengutusan Tuhan adalah pengutusan yang kejam. Tetapi tidak menjadi soal, jikalau domba itu mengerti bahwa Roh Kudus sedang diutus untuk menyertainya. &amp;quot;Aku pergi supaya Roh Kudus turun!&amp;quot; Inilah sudut ketiga yang kita lihat dari kenaikkan Yesus ke surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Dia adalah Raja yang menang di dalam pertempuran rohani. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Dia adalah Tuhan yang memberikan mandat kepada kita, amanat yang paling agung: mengabarkan Injil ke seluruh dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Dia adalah Yesus yang mengutus Roh Kudus yang menjadi parakletos, menjadi penghibur, pendamping untuk kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang mempunyai keluhan akan hal yang begitu sulit. Namun, siapakah yang sungguh-sungguh dapat mengerti setiap orang? Suami ingin dimengerti oleh isteri. Tapi justru isteri ingin dimengerti oleh suami! Kekuatan kita untuk mengerti dan kemampuan kita untuk mau mengerti dibandingkan dengan kebutuhan kita untuk dimengerti, selalu tidak seimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah yang mengerti? Ada! Yesus Kristus mengerti segalanya. Dia pernah datang. Dia pernah dilahirkan di tempat binatang. Dia pernah diejek oleh bangsanya sendiri. Dia pernah seorang diri mengalami puasa 40 hari dan dicobai oleh iblis. Dia pernah menanggung berat. Dia pernah menderita, berkorban emosi, berkorban perasaan. Yesus Kristus mengerti segala kelemahan kita. Dia mengerti karena Dia sama seperti kita. Dia merasakan segala pengalaman kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai tetapi tidak berbuat dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus yang telah naik ke surga menjadi Imam Besar. Imam Besar inilah yang membawa kesulitan kita kepada Allah yang sulit kita capai. Ia juga membawa anugerah dari Allah kepada kita, anugerah yang tidak layak kita terima. Inilah pekerjaan Imam. Imam yang berada di antara yang hidup dan yang mati. Imam yang berada di antara yang tidak kelihatan dan yang kelihatan. Imam yang berada di antara Allah dan manusia. Kristuslah pengantara yang menjalankan tugas imam sekaligus sebagai korban. Inilah perbedaan imam dalam sejarah orang Yahudi dengan Imam yang paling besar, Yesus Kristus, bagi gereja-Nya. Imam-imam yang lain tidak menjadi korban. Mereka mempersembahkan korban, namun mereka sendiri bukan korban. Hanya Yesus yang bertindak sebagai Imam Besar sekaligus korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia pemenang, bukan? &lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia pengutus, bukan? &lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia yang memberikan Roh Kudus kepada kita. &lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia yang berdoa bagi kita dengan pengertian karena Ia sendiri pernah datang ke dalam dunia ini. &lt;br /&gt;
Tidak hanya itu, Yesus adalah Tuhan yang kembali ke surga untuk menyiapkan tempat bagi kita. (Yohanes 14:1-4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah penghiburan yang lebih besar dari ini? Tidak ada. &lt;br /&gt;
Adakah seorang Juruselamat seperti Kristus? Tidak ada. &lt;br /&gt;
Dialah satu-satunya dan Dialah yang paling sempurna di dalam menyediakan segala sesuatu bagi umat-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu. Aku pergi untuk mempersiapkan segala sesuatu bagimu dan Aku akan datang kembali untuk menyambut engkau sebagai seorang mempelai lelaki yang akan menyambut mempelai perempuan.&amp;quot; Gereja harus siap sedia. Gereja harus senantiasa mempersiapkan diri dengan tidak menodai, tidak mencemari tubuh Kristus. Gereja harus bersiap untuk menjadi mempelai perempuan Kristus yang akan bersatu di dalam cinta kasih yang paling inti yang digambarkan dalam hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia yang akan datang kembali telah menyediakan tempat bagi kita. Ia berkata, &amp;quot;Di mana Aku berada, di situ engkau berada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian terakhir ialah Kisah Para Rasul 1:9-11. &amp;quot;Hai orang Galilea, mengapa engkau melihat seperti ini? Ingatlah, Yesus yang kau lihat diangkat ke surga, akan datang dengan cara yang sama, kembali ke dalam dunia ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh Kitab Suci mempunyai suatu konsistensi, mempunyai suatu hubungan organis yang begitu erat, sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan sembarangan, kecuali oleh mereka yang sengaja atau mereka yang tidak mengerti. Di dalamnya kita melihat rencana Allah yang sudah terbentuk begitu sempurna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus naik ke surga bukan karena Ia melarikan diri. Ia tidak menyembunyikan diri. Ia pergi dengan tugas. Ia pergi dengan rencana Allah yang sudah ditetapkan dan itu bukan titik yang terakhir. Itu merupakan suatu janji bahwa suatu hari kelak Ia akan datang kembali dengan cara yang sama, kembali ke dalam dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya membayangkan orang-orang Galilea seperti Petrus dan Yohanes yang sudah terbiasa didampingi oleh Yesus, yang bila ada kesulitan langsung beralih kepada Yesus dan bertanya, &amp;quot;Bagaimanakah Tuhan? Bagaimanakah cara-Mu menangani kesulitan ini, Guru?&amp;quot; Mereka sudah terbiasa disertai, ditolong, dan berada bersama dengan Yesus Kristus. Sekarang, untuk pertama kali dalam hidupnya, mereka sadar bahwa Yesus tidak selamanya berada di samping mereka. Yesus harus pergi dan mereka harus menghadapi dunia secara faktual, menghadapi dunia ini dengan segala sesuatu yang tidak terlalu bersahabat dengan orang Kristen. &amp;quot;Akan bagaimana perlakuan Herodes terhadap kita? Akan bagaimana Pilatus terhadap kita? Dan bagaimana prinsip Kaisar dan politikus-politikus Romawi? Dan jika berganti gubernur yang lain, akan bagaimana? Kami tidak tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya tahu Yesus pergi. &amp;quot;Lalu, hanya mimpikah 3 1/2 tahun yang lampau itu? Janji kosongkah itu? Hanya menjadi catatan sejarahkah itu semua? Ataukah kedatangan-Nya itu suatu kesempatan yang belum pernah ada dalam sejarah sehingga kami dapat menikmatinya? Kalau Tuhan sudah pernah turun, kenapa pergi lagi? Kalau Dia sudah menyertai, kenapa naik lagi? Setelah naik lalu bagaimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenaikan Yesus Kristus memaksa mereka untuk memikirkan pertangungjawaban iman dan respon mereka terhadap kalimat nubuat yang pernah diucapkan Yesus. Mereka harus memberikan semacam tantangan kepada setiap orang percaya. Mereka harus mempertanggungjawabkan tentang bagaimana meresponi, mengimani, dan mengaplikasikan setiap kalimat nubuat yang pernah diucapkan Yesus saat Ia ada di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang saat papa dan mama ada kita tidak menghargai mereka. Saat Tuhan memanggil mereka pulang, barulah kita sadar dan kalang kabut. Sekarang kita harus menghadapi kenyataan bagaimana hidup di dalam dunia ini. Baru kita ditantang untuk berpikir kembali, &amp;quot;Apa yang pernah papa katakan dulu kalau menghadapi orang yang begini?&amp;quot; Sekarang kita mulai mengingat-ingat. Sama persis dengan keadaan sewaktu Yesus naik ke surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu naik ke surga Yesus berkata, &amp;quot;Aku akan mengirim Roh Kudus untuk kembali mengingatkan perkataan-perkataan yang sudah pernah Aku katakan kepadamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya kita ditantang untuk berespon, bertanggung jawab, dan berdikari. Gereja ditantang untuk menjadi wakil Tuhan di dunia dengan memuliakan Tuhan, merefleksikan segala moral kesucian, keadilan, cinta kasih Allah dari zaman ke zaman. Inilah tugas gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai orang Galilea, untuk apa melihat terus ke awan? Mengapa melihat terus ke langit? Yesus yang pernah beserta denganmu, yang pernah kau saksikan pelayanan-Nya, sekarang sudah naik ke surga dan akan datang kembali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membaca bagian Kitab Suci yang begitu penting ini, dan jikalau kita sungguh-sungguh menunggu dan mengharapkan Yesus Kristus datang kembali, maka ada dua hal penting yang harus kita kerjakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pertama, kita harus mengabarkan Injil kepada sesama. Tidak ada jalan lain. Ini merupakan keikhlasan orang yang menantikan kedatangan Yesus Kristus. Jikalau Injil ini dikabarkan ke seluruh dunia, maka hari itu akan tiba. Berarti sebelum Injil dikabarkan kepada segala bangsa, segala suku, segala sudut, Kristus tidak akan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: Saya betul-betul salut, sedalam-dalamnya dari dalam hati saya, kepada orang-orang di Wiclyffe Bible Translation Association. Mereka berada di lembaga Alkitab yang khusus menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa yang terpencil di daerah-daerah yang dilupakan oleh manusia. Mereka pergi ke tempat yang begitu terpelosok, begitu dalam, begitu sulit dicapai. Saya salut melihat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: Saya berdoa dan mengajak kita semua supaya menjadikan gereja kita sebagai gereja yang mau mendukung penginjilan, gereja yang menghasilkan penginjil, gereja yang mengerti makna Injil, dan gereja yang mau melibatkan diri ke dalam penginjilan misi seluruh dunia. Bila kita menunggu kedatangan-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh ikhlas haruslah kita tunjukkan dengan menunjang dan melibatkan diri ke dalam penginjilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: &amp;quot;Hai orang-orang Galilea, mengapa melihat seperti ini? Mengapa terus menengadah ke langit? Memang Yesus sudah naik, tapi tugasmu bukan memandang Dia, tetapi pergi ke dunia mengabarkan Injil!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kedua, orang yang sungguh-sungguh menanti kedatangan Yesus Kristus adalah orang yang menjaga hidup di dalam kesucian. Hidup di dalam kesucian berarti kita terus memelihara diri kita supaya pada waktu Ia datang kembali kita sudah siap, boleh menerima dan diterima oleh-Nya. Barangsiapa yang menaruh pengharapan seperti ini kepada-Nya, biarlah ia membersihkan dirinya! Ini adalah perintah dari Yohanes di dalam 1Yohanes 3. Barangsiapa yang menaruh pengharapan kepada kedatangan Kristus biarlah ia menjaga dirinya, memelihara kesucian dan menunggu di dalam doa akan kedatangan Yesus Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir kita akan melihat ayat terakhir dari seluruh Kitab Suci, yaitu dalam Wahyu 22:20-21. Ayat terakhir dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, diakhiri dengan kutukan. Ayat terakhir dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, diakhiri dengan berkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Ia, yang dalam ayat 20 berfirman dan memberi kesaksian tentang semuanya? Jadi, Yesus Kristus berkata, &amp;quot;Ya, Aku datang segera. Aku akan datang kembali secepat mungkin.&amp;quot; &amp;quot;Amin. Datanglah Tuhan Yesus.&amp;quot; Atau terjemahan lain: &amp;quot;Oh Yesus, aku mengharapkan Engkau datang!&amp;quot; Yesus berkata, &amp;quot;Ya, Aku datang segera.&amp;quot; Gereja menjawab, &amp;quot;Amin. Kami menunggu kedatangan-Mu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengingat kenaikan-Nya ke surga, kita kembali menyadari bahwa Ialah pemenang, pemberi Roh Kudus, sekaligus pendoa syafaat yang mengerti kesengsaraan kita. Ia pula yang menyediakan tempat di surga yang akan datang kembali bagi kita. Kita pun bersedia menanti kedatangan Tuhan kedua kalinya. Kiranya Tuhan memberkati kita masing-masing di dalam hidup kita sebagai orang Kristen di dunia. (EL)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://reformed.sabda.org/siapakah_kristus_yang_naik_ke_surga&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Siapakah_Kristus_yang_Naik_ke_Surga&amp;diff=20</id>
		<title>Siapakah Kristus yang Naik ke Surga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Siapakah_Kristus_yang_Naik_ke_Surga&amp;diff=20"/>
		<updated>2017-01-11T09:03:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah Kristus, Raja pemenang.   :Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah ...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah Kristus, Raja pemenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah Kristus, yang mengutus kita mengabarkan Injil ke seluruh dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Kristus yang naik ke surga adalah Kristus, yang bersama dengan Bapa mengutus Roh Kudus menjadi pendamping bagi gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau kita melihat abad pertama, kita mengetahui bahwa orang Kristen bukan saja minoritas. Orang Kristen berada di kalangan bawah. Kebanyakan yang menjadi orang Kristen adalah budak, nelayan, orang miskin, orang di pasar, dan sedikit sekali pejabat-pejabat tinggi, konglomerat, atau orang-orang penting di dalam masyarakat yang beriman kepada Yesus Kristus. Dari antara 12 murid Yesus, kita melihat begitu banyak nelayan yang dipanggil. Pengaruh mereka mulai dari grass-root, mulai dari lapisan yang paling bawah sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus menjadi teman dari pemungut cukai, dari orang-orang berdosa. Ia menerima orang-orang yang dibuang oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui kira-kira 300 tahun, kita melihat pengaruh kekristenan sudah mengakibatkan Raja Konstantin akhirnya harus berlutut di hadapan Yesus dan mengakui Dia sebagai Tuhan. Di sini kita melihat di dalam 300 tahun permulaan itu, gereja mengalami penganiayaan, pengucilan, pembunuhan, dan penyiksaan. Begitu banyak martir yang mati mengalirkan darah, mati syahid bagi kepercayaan dan iman kekristenan yang mereka yakini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah yang memberikan kekuatan? Bagaimana mereka bisa bertahan bila tidak ada penolong yang setiap saat berada dengan mereka, yang mempunyai kuasa ilahi, yang berada di tengah-tengah mereka? Siapakah Penolong itu? Dialah Roh Kudus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Yesus berkata, &amp;quot;Aku harus pergi. Aku pergi, maka Dia akan datang. Aku pergi dan bersama dengan Bapa mengirim Roh Kudus agar turun ke atas kamu. Roh Kudus turun ke atas kamu, maka kamu akan berkuasa.&amp;quot; Berkuasa atas apa? Berkuasa atas penderitaan, penganiayaan, dan segala kesulitan sehingga engkau dapat tetap memegang imanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana dalam Perjanjian Lama, umumnya masyarakat saat ini memahami kuasa Allah melalui pertolongan dan kelancaran hidup serta pemberian berkat secara materi atau jasmani. Tetapi kuasa yang kita lihat dalam Perjanjian Baru setelah Kristus naik justru sama sekali terbalik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Tuhan berkuasa, kenapa tidak menyembuhkan saya? &amp;lt;br /&amp;gt;Kalau Tuhan berkuasa kenapa tidak menyertai? &amp;lt;br /&amp;gt;Kalau Tuhan berkuasa, kenapa situasi politik dan situasi ekonomi begitu jelek? &amp;lt;br /&amp;gt;Kalau Tuhan berkuasa, mengapa Nero saja bisa menganiaya rasul? Bisa memaku mati Petrus secara terbalik? &amp;lt;br /&amp;gt;Di mana kuasa Tuhan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekristenan justru memahami kuasa dari kerajaan Tuhan secara antitesis. Di dalam penganiayaan, di dalam kesulitan, di dalam desakan, di dalam kesempitan, di dalam segala sesuatu: kesulitan, sengsara, penderitaan politik, ekonomi dan apa pun juga, iman orang Kristen tidak berkompromi. Orang Kristen tidak menyerah kepada musuh. Itulah kuasa Roh Kudus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan berkata, &amp;quot;Aku pergi dan Aku mengirim Roh Kudus. Roh Kudus mendampingi engkau, saat engkau diutus ke dalam dunia sebagai utusan Tuhan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya minta maaf jikalau saya harus memakai suatu kalimat, bahwa itulah pengutusan yang paling kejam dalam sejarah. Jangan heran kalau ada orang Kristen yang dibunuh. Jangan heran kalau gereja dianiaya. Jangan heran kalau kadang-kadang kita dibiarkan miskin dan sulit luar biasa. Jangan mengomel apalagi heran karena itu cara pengutusan dari Tuhan. &amp;quot;Aku mengutus engkau seperti domba di tengah-tengah kawanan serigala!&amp;quot; Bukankah itu hal yang paling kejam? Coba Saudara bayangkan, seekor domba yang dikelilingi oleh kawanan serigala yang begitu kejam. Serigala yang mempunyai gigi begitu tajam, sifat yang begitu keras, kelompok yang begitu banyak kawannya. Itulah namanya utusan Tuhan. &amp;quot;Aku mengutus engkau seperti domba di tengah-tengah serigala.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya saya minta maaf kalau saya katakan pengutusan Tuhan adalah pengutusan yang kejam. Tetapi tidak menjadi soal, jikalau domba itu mengerti bahwa Roh Kudus sedang diutus untuk menyertainya. &amp;quot;Aku pergi supaya Roh Kudus turun!&amp;quot; Inilah sudut ketiga yang kita lihat dari kenaikkan Yesus ke surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Dia adalah Raja yang menang di dalam pertempuran rohani. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Dia adalah Tuhan yang memberikan mandat kepada kita, amanat yang paling agung: mengabarkan Injil ke seluruh dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Siapakah Kristus yang naik ke surga? Dia adalah Yesus yang mengutus Roh Kudus yang menjadi parakletos, menjadi penghibur, pendamping untuk kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang mempunyai keluhan akan hal yang begitu sulit. Namun, siapakah yang sungguh-sungguh dapat mengerti setiap orang? Suami ingin dimengerti oleh isteri. Tapi justru isteri ingin dimengerti oleh suami! Kekuatan kita untuk mengerti dan kemampuan kita untuk mau mengerti dibandingkan dengan kebutuhan kita untuk dimengerti, selalu tidak seimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah yang mengerti? Ada! Yesus Kristus mengerti segalanya. Dia pernah datang. Dia pernah dilahirkan di tempat binatang. Dia pernah diejek oleh bangsanya sendiri. Dia pernah seorang diri mengalami puasa 40 hari dan dicobai oleh iblis. Dia pernah menanggung berat. Dia pernah menderita, berkorban emosi, berkorban perasaan. Yesus Kristus mengerti segala kelemahan kita. Dia mengerti karena Dia sama seperti kita. Dia merasakan segala pengalaman kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai tetapi tidak berbuat dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus yang telah naik ke surga menjadi Imam Besar. Imam Besar inilah yang membawa kesulitan kita kepada Allah yang sulit kita capai. Ia juga membawa anugerah dari Allah kepada kita, anugerah yang tidak layak kita terima. Inilah pekerjaan Imam. Imam yang berada di antara yang hidup dan yang mati. Imam yang berada di antara yang tidak kelihatan dan yang kelihatan. Imam yang berada di antara Allah dan manusia. Kristuslah pengantara yang menjalankan tugas imam sekaligus sebagai korban. Inilah perbedaan imam dalam sejarah orang Yahudi dengan Imam yang paling besar, Yesus Kristus, bagi gereja-Nya. Imam-imam yang lain tidak menjadi korban. Mereka mempersembahkan korban, namun mereka sendiri bukan korban. Hanya Yesus yang bertindak sebagai Imam Besar sekaligus korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia pemenang, bukan? &lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia pengutus, bukan? &lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia yang memberikan Roh Kudus kepada kita. &lt;br /&gt;
Siapakah Kristus? Dia yang berdoa bagi kita dengan pengertian karena Ia sendiri pernah datang ke dalam dunia ini. &lt;br /&gt;
Tidak hanya itu, Yesus adalah Tuhan yang kembali ke surga untuk menyiapkan tempat bagi kita. (Yohanes 14:1-4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah penghiburan yang lebih besar dari ini? Tidak ada. &lt;br /&gt;
Adakah seorang Juruselamat seperti Kristus? Tidak ada. &lt;br /&gt;
Dialah satu-satunya dan Dialah yang paling sempurna di dalam menyediakan segala sesuatu bagi umat-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu. Aku pergi untuk mempersiapkan segala sesuatu bagimu dan Aku akan datang kembali untuk menyambut engkau sebagai seorang mempelai lelaki yang akan menyambut mempelai perempuan.&amp;quot; Gereja harus siap sedia. Gereja harus senantiasa mempersiapkan diri dengan tidak menodai, tidak mencemari tubuh Kristus. Gereja harus bersiap untuk menjadi mempelai perempuan Kristus yang akan bersatu di dalam cinta kasih yang paling inti yang digambarkan dalam hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia yang akan datang kembali telah menyediakan tempat bagi kita. Ia berkata, &amp;quot;Di mana Aku berada, di situ engkau berada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian terakhir ialah Kisah Para Rasul 1:9-11. &amp;quot;Hai orang Galilea, mengapa engkau melihat seperti ini? Ingatlah, Yesus yang kau lihat diangkat ke surga, akan datang dengan cara yang sama, kembali ke dalam dunia ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh Kitab Suci mempunyai suatu konsistensi, mempunyai suatu hubungan organis yang begitu erat, sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan sembarangan, kecuali oleh mereka yang sengaja atau mereka yang tidak mengerti. Di dalamnya kita melihat rencana Allah yang sudah terbentuk begitu sempurna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus naik ke surga bukan karena Ia melarikan diri. Ia tidak menyembunyikan diri. Ia pergi dengan tugas. Ia pergi dengan rencana Allah yang sudah ditetapkan dan itu bukan titik yang terakhir. Itu merupakan suatu janji bahwa suatu hari kelak Ia akan datang kembali dengan cara yang sama, kembali ke dalam dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya membayangkan orang-orang Galilea seperti Petrus dan Yohanes yang sudah terbiasa didampingi oleh Yesus, yang bila ada kesulitan langsung beralih kepada Yesus dan bertanya, &amp;quot;Bagaimanakah Tuhan? Bagaimanakah cara-Mu menangani kesulitan ini, Guru?&amp;quot; Mereka sudah terbiasa disertai, ditolong, dan berada bersama dengan Yesus Kristus. Sekarang, untuk pertama kali dalam hidupnya, mereka sadar bahwa Yesus tidak selamanya berada di samping mereka. Yesus harus pergi dan mereka harus menghadapi dunia secara faktual, menghadapi dunia ini dengan segala sesuatu yang tidak terlalu bersahabat dengan orang Kristen. &amp;quot;Akan bagaimana perlakuan Herodes terhadap kita? Akan bagaimana Pilatus terhadap kita? Dan bagaimana prinsip Kaisar dan politikus-politikus Romawi? Dan jika berganti gubernur yang lain, akan bagaimana? Kami tidak tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya tahu Yesus pergi. &amp;quot;Lalu, hanya mimpikah 3 1/2 tahun yang lampau itu? Janji kosongkah itu? Hanya menjadi catatan sejarahkah itu semua? Ataukah kedatangan-Nya itu suatu kesempatan yang belum pernah ada dalam sejarah sehingga kami dapat menikmatinya? Kalau Tuhan sudah pernah turun, kenapa pergi lagi? Kalau Dia sudah menyertai, kenapa naik lagi? Setelah naik lalu bagaimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenaikan Yesus Kristus memaksa mereka untuk memikirkan pertangungjawaban iman dan respon mereka terhadap kalimat nubuat yang pernah diucapkan Yesus. Mereka harus memberikan semacam tantangan kepada setiap orang percaya. Mereka harus mempertanggungjawabkan tentang bagaimana meresponi, mengimani, dan mengaplikasikan setiap kalimat nubuat yang pernah diucapkan Yesus saat Ia ada di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang saat papa dan mama ada kita tidak menghargai mereka. Saat Tuhan memanggil mereka pulang, barulah kita sadar dan kalang kabut. Sekarang kita harus menghadapi kenyataan bagaimana hidup di dalam dunia ini. Baru kita ditantang untuk berpikir kembali, &amp;quot;Apa yang pernah papa katakan dulu kalau menghadapi orang yang begini?&amp;quot; Sekarang kita mulai mengingat-ingat. Sama persis dengan keadaan sewaktu Yesus naik ke surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu naik ke surga Yesus berkata, &amp;quot;Aku akan mengirim Roh Kudus untuk kembali mengingatkan perkataan-perkataan yang sudah pernah Aku katakan kepadamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya kita ditantang untuk berespon, bertanggung jawab, dan berdikari. Gereja ditantang untuk menjadi wakil Tuhan di dunia dengan memuliakan Tuhan, merefleksikan segala moral kesucian, keadilan, cinta kasih Allah dari zaman ke zaman. Inilah tugas gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai orang Galilea, untuk apa melihat terus ke awan? Mengapa melihat terus ke langit? Yesus yang pernah beserta denganmu, yang pernah kau saksikan pelayanan-Nya, sekarang sudah naik ke surga dan akan datang kembali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membaca bagian Kitab Suci yang begitu penting ini, dan jikalau kita sungguh-sungguh menunggu dan mengharapkan Yesus Kristus datang kembali, maka ada dua hal penting yang harus kita kerjakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pertama, kita harus mengabarkan Injil kepada sesama. Tidak ada jalan lain. Ini merupakan keikhlasan orang yang menantikan kedatangan Yesus Kristus. Jikalau Injil ini dikabarkan ke seluruh dunia, maka hari itu akan tiba. Berarti sebelum Injil dikabarkan kepada segala bangsa, segala suku, segala sudut, Kristus tidak akan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: Saya betul-betul salut, sedalam-dalamnya dari dalam hati saya, kepada orang-orang di Wiclyffe Bible Translation Association. Mereka berada di lembaga Alkitab yang khusus menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa yang terpencil di daerah-daerah yang dilupakan oleh manusia. Mereka pergi ke tempat yang begitu terpelosok, begitu dalam, begitu sulit dicapai. Saya salut melihat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: Saya berdoa dan mengajak kita semua supaya menjadikan gereja kita sebagai gereja yang mau mendukung penginjilan, gereja yang menghasilkan penginjil, gereja yang mengerti makna Injil, dan gereja yang mau melibatkan diri ke dalam penginjilan misi seluruh dunia. Bila kita menunggu kedatangan-Nya dengan hati yang sungguh-sungguh ikhlas haruslah kita tunjukkan dengan menunjang dan melibatkan diri ke dalam penginjilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: &amp;quot;Hai orang-orang Galilea, mengapa melihat seperti ini? Mengapa terus menengadah ke langit? Memang Yesus sudah naik, tapi tugasmu bukan memandang Dia, tetapi pergi ke dunia mengabarkan Injil!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kedua, orang yang sungguh-sungguh menanti kedatangan Yesus Kristus adalah orang yang menjaga hidup di dalam kesucian. Hidup di dalam kesucian berarti kita terus memelihara diri kita supaya pada waktu Ia datang kembali kita sudah siap, boleh menerima dan diterima oleh-Nya. Barangsiapa yang menaruh pengharapan seperti ini kepada-Nya, biarlah ia membersihkan dirinya! Ini adalah perintah dari Yohanes di dalam 1Yohanes 3. Barangsiapa yang menaruh pengharapan kepada kedatangan Kristus biarlah ia menjaga dirinya, memelihara kesucian dan menunggu di dalam doa akan kedatangan Yesus Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir kita akan melihat ayat terakhir dari seluruh Kitab Suci, yaitu dalam Wahyu 22:20-21. Ayat terakhir dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, diakhiri dengan kutukan. Ayat terakhir dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, diakhiri dengan berkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Ia, yang dalam ayat 20 berfirman dan memberi kesaksian tentang semuanya? Jadi, Yesus Kristus berkata, &amp;quot;Ya, Aku datang segera. Aku akan datang kembali secepat mungkin.&amp;quot; &amp;quot;Amin. Datanglah Tuhan Yesus.&amp;quot; Atau terjemahan lain: &amp;quot;Oh Yesus, aku mengharapkan Engkau datang!&amp;quot; Yesus berkata, &amp;quot;Ya, Aku datang segera.&amp;quot; Gereja menjawab, &amp;quot;Amin. Kami menunggu kedatangan-Mu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengingat kenaikan-Nya ke surga, kita kembali menyadari bahwa Ialah pemenang, pemberi Roh Kudus, sekaligus pendoa syafaat yang mengerti kesengsaraan kita. Ia pula yang menyediakan tempat di surga yang akan datang kembali bagi kita. Kita pun bersedia menanti kedatangan Tuhan kedua kalinya. Kiranya Tuhan memberkati kita masing-masing di dalam hidup kita sebagai orang Kristen di dunia. (EL)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Siapakah_Kristus&amp;diff=19</id>
		<title>Siapakah Kristus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Siapakah_Kristus&amp;diff=19"/>
		<updated>2017-01-11T08:48:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Jika kita berbicara dan berpikir tentang Kristus, maka kita harus kembali pada satu waktu di mana Kristus menuntut manusia memberikan penilaian tentang diri-Nya. Yesu...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Jika kita berbicara dan berpikir tentang [[Kristus]], maka kita harus kembali pada satu waktu di mana Kristus menuntut manusia memberikan penilaian tentang diri-Nya. Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, &amp;quot;Menurut orang-orang, siapakah Aku?&amp;quot; Kalimat ini merupakan kalimat yang sering kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Setiap orang juga pasti pernah mempunyai pertanyaan seperti itu dalam dirinya. Dalam pertanyaan &amp;quot;siapakah saya?&amp;quot; terkandung tiga pertanyaan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==SIAPA YANG BERTANYA?==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan ini menimbulkan satu kesulitan karena adanya percampuran subjek dengan objek. Saat kita menanyakan siapakah diri kita, ada sesuatu yang tidak bisa dianalisa dengan jelas karena yang bertanya adalah yang ditanya; yang ingin mengetahui adalah yang ingin diketahui; yang diketahui adalah yang tidak diketahui dan yang ingin mengetahui sedang menanyakan tentang apa yang sedang diketahuinya. Ini merupakan suatu pertanyaan yang tidak mungkin dibereskan oleh manusia itu sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu &#039;&#039;&#039;Tuhan Yesus&#039;&#039;&#039; menanyakan hal tersebut, Ia bukan menanyakan hal itu kepada diri-Nya sendiri, tetapi kepada pengikut-pengikut-Nya yang sudah sekian lama melihat penyataan Kristus. Dialah yang memberikan penyataan kepada manusia dan diri-Nyalah yang dinyatakan. Dialah pewahyu sekaligus inti dari wahyu tersebut, yang mewahyukan diri-Nya kepada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu murid-murid-Nya secara mendadak menerima pertanyaan ini, mau tidak mau mereka harus mempertanggungjawabkan pemikiran mereka tentang Kristus. Momen seperti ini tidak bisa diciptakan manusia, tetapi diberikan oleh Tuhan. Sebagai orang Kristen, apakah setelah mendengar khotbah bertahun-tahun, membaca Kitab Suci, dibaptiskan dan menjadi orang Kristen sekian lama, kita sudah dapat menjawab pertanyaan tentang siapakah Kristus? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid Yesus mulai memberikan evaluasi tentang Kristus kepada Dia yang menuntut evaluasi. Dari gudang pikiran mereka, mulailah timbul jawaban-jawaban; mereka mulai memikirkan kembali tentang siapakah Kristus. Ada yang menjawab bahwa Dia adalah seorang &#039;&#039;&#039;nabi&#039;&#039;&#039;; seorang nabi yang besar; yang lain menjawab bahwa Dia adalah &#039;&#039;&#039;Yeremia&#039;&#039;&#039;[1]. Yesus dinilai sebagai Yeremia karena dalam zaman yang sedang dilanda kesedihan, Ia mempunyai tangisan dan perasaan yang sama dengan seluruh zaman. Yang lain menjawab bahwa Ia adalah &#039;&#039;&#039;Yohanes Pembaptis&#039;&#039;&#039; yang bangkit dari kematian. Orang-orang itu menganggap bahwa kuasa Tuhan yang begitu besar dinyatakan-Nya dengan membangkitkan Yohanes Pembaptis yang sudah dibunuh oleh Raja Herodes. Dan Yohanes Pembaptis yang bangkit kembali itu adalah Yesus. Yang lain lagi menjawab bahwa Yesus adalah nabi yang pernah disebutkan Musa &amp;quot;barangsiapa yang mendengarkan Dia, akan hidup, tetapi barangsiapa tidak mendengarkan Dia akan binasa&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penilaian zaman itu diberikan kepada Yesus Kristus dalam waktu tidak lebih dari tiga setengah tahun. Yesus telah melakukan begitu banyak hal. Ia menyembuhkan, mengajar, dan membuktikan bahwa Dialah Allah yang berkuasa yang diutus ke dunia. Lalu pada waktu semua sudah memberikan penilaian-penilaiannya, Yesus tidak menanggapi apa-apa, tapi Ia mendorong lagi dengan satu kalimat, &amp;quot;Menurutmu, siapakah Aku?&amp;quot;[2] Pertanyaan ini penting karena bila kita memiliki pengenalan pribadi tentang Kristus berdasarkan firman Tuhan, barulah kita mempunyai kekuatan yang cukup untuk bersaksi bagi Dia. &amp;lt;br /&amp;gt;Apakah Kristus itu sekadar dokter yang paling mujarab? &amp;lt;br /&amp;gt;Apakah Kristus itu hakim yang keras? &amp;lt;br /&amp;gt;Mak comblang yang mencarikan jodoh bagi orang-orang muda? &amp;lt;br /&amp;gt;Ahli sulap yang membuat Anda kaya? &amp;lt;br /&amp;gt;Apakah Kristus itu sekadar pemuas emosi yang kita peroleh melalui kebaktian-kebaktian doa dan puji-pujian? &amp;lt;br /&amp;gt;Jika Anda mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan oleh orang-orang Kristen di Indonesia, maka Anda akan mengetahui betapa simpang-siurnya kekristenan pada zaman ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==KEPADA SIAPA PERTANYAAN ITU DIAJUKAN?==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkah Anda memikirkan dengan baik tentang siapakah Kristus? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya mengikut Kristus? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya menjadi orang Kristen? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah di Indonesia ada lebih banyak orang yang bukan Kristen daripada orang Kristen? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ada banyak agama-agama lain di Indonesia? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa Anda menjadi orang Kristen? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus tidak menolak ataupun menghina jawaban dari dunia akademis tentang siapakah diri-Nya. Ia tahu apakah Anda memiliki penilaian-penilaian yang bersifat otoritatif. Tetapi Ia menuntut Anda secara pribadi untuk berakar, mempunyai iman yang sungguh-sungguh, dan mengenal-Nya dengan benar. Pada waktu Yesus menantang dengan pertanyaan demikian, maka seolah-olah semua murid-Nya tidak mempunyai jawaban. Tetapi ada satu murid yang menjawab dengan tegas, &amp;quot;&#039;&#039;Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup.&#039;&#039;&amp;quot; Kalimat ini keluar dari mulut &#039;&#039;&#039;Petrus&#039;&#039;&#039;. Inilah suatu pengakuan iman pertama dalam sejarah gereja. Petruslah orang pertama yang mengaku tentang siapakah Yesus di hadapan orang banyak. Tidaklah mudah bagi Petrus untuk menyimpulkan dan mengatakan pengertiannya tentang siapakah Kristus. Ia bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, juga bukan pengikut dari ahli-ahli Taurat yang belajar Perjanjian Lama dengan ketat, tapi dia hanyalah seorang nelayan. Seorang rakyat jelata yang mendengar bahwa seorang nabi telah muncul. Jadi selain menangkap ikan, Petrus juga mengikuti dan mendengarkan khotbah-khotbah Yohanes Pembaptis. Rupanya Petrus memperhatikan bahwa Yohanes Pembaptis membawa berita yang berfokuskan pada firman Allah, yaitu tentang kedatangan Kristus. Kedatangan Kristus adalah sumber pengharapan bangsa Israel sehingga mereka berdoa siang malam memohon kedatangan Mesias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
;Persepsi Selektif&lt;br /&gt;
Konsep bangsa Israel tentang Kristus pada masa itu adalah konsep yang sudah dibatasi oleh persepsi selektif[3]. Pada waktu Petrus mengikut Yohanes Pembaptis, ia melihat perbedaan antara Yohanes dengan para ahli Taurat dan yang lainnya yang juga mengajarkan tentang kedatangan Kristus yang pertama. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi juga belajar tentang Kristus yang akan datang. Tetapi pada waktu mengajarkan tentang Kristus, pengajaran mereka dibatasi oleh persepsi selektif yang begitu sempit dan subjektif. Mereka tidak mau mengenal Allah melalui apa yang sudah diberikan Allah. Mereka tidak mau mengenal Kristus melalui wahyu yang sudah diberikan mengenai Dia. Mereka hanya memilih bagian-bagian yang cocok dengan apa yang mereka inginkan. Pada zaman sekarang juga ada begitu banyak orang yang tidak mau mengenal Kristus yang tersalib, tapi hanya mau Kristus yang menyembuhkan; mereka tidak mau mengenal Kristus yang menderita tetapi hanya mau Kristus yang memberikan kekayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Yahudi terdampar dan dibuang oleh Tuhan karena mereka tidak mencapai fokus Kristologi dari seluruh Kitab Suci. Di dalam Perjanjian Lama Allah sudah berjanji bahwa Kristus akan datang, lahir di kota Bethlehem, dijual seharga 30 keping perak, menderita, dipaku di atas kayu salib, bahkan kedua tangan dan kaki-Nya akan ditusuk tanpa satu tulang pun dari tubuh-Nya yang akan patah. Semua ditulis dengan begitu jelas. Lalu pada aspek yang lain Alkitab menulis juga bahwa Kristus akan menjadi Raja, dan seluruh kuasa akan berada di atas bahu-Nya dan kuasa-Nya lebih besar daripada siapa pun. Dia akan melenyapkan kuasa musuh, membangun kembali kerajaan Israel, membalas dendam kepada mereka yang menginjak-injak kehormatan bani Israel; Kristus yang menang, yang memberikan keadilan, menegakkan satu sistem dan ordo politik dan militer yang baru di dalam dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mempelajari Perjanjian Lama, mereka mempelajarinya dengan satu persepsi selektif yang sudah menjadi kaku dan keras dalam hati mereka sehingga mereka menilai nubuat-nubuat mengenai Kristus yang dihina, dipaku dan tidak memiliki kemuliaan lahiriah sebagai hal-hal yang tidak benar. Mereka berdoa memohon kedatangan Kristus yang membalas dendam kepada orang- orang Romawi yang menjajah bangsa Yahudi serta yang akan mencuci noda sejarah bangsa Israel yang dijajah. Orang-orang Yahudi umumnya memohonkan kedatangan Kristus yang akan membawa bangsa Yahudi ke dalam zaman keemasan yang dulu pernah mereka capai dalam masa pemerintahan Daud. Doa-doa mereka dipengaruhi oleh persepsi selektif atas Kristologi yang sudah dicemarkan oleh keinginan dunia dan tidak lagi berfokus kepada Kristus dan salib-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petrus adalah murid dari Yohanes Pembaptis sebelum ia mengenal Yesus. Ia tidak tertarik oleh kedatangan Mesias seperti yang diajarkan oleh ahli-ahli Taurat dengan persepsi selektifnya yang subjektif. Tetapi ia tertarik dengan pengajaran Kristologi yang benar, yang lengkap, menyeluruh, dan harmonis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
;Anak Domba Allah&lt;br /&gt;
Pada waktu Adam makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, maka Allah membunuh binatang-binatang dan mengajarkan kepada Adam bahwa tanpa ada pengaliran darah, tidak ada pengampunan bagi manusia. Yohanes Pembaptis melihat dengan jelas bahwa Yesus Kristus adalah Domba Allah yang dijanjikan itu, yang menjadi korban pengganti manusia. Yohanes menyerukan, &amp;quot;Lihatlah anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!&amp;quot; Jadi semua khotbah yang muluk-muluk dan yang sudah diseleksi oleh para ahli tidak masuk ke telinga Petrus; khotbah yang berfokus kepada Kristus yang akan mati mengganti dosa umat manusia langsung masuk ke dalam hati dan pikiran Petrus. Itulah sebabnya pada waktu Yesus Kristus menanyakan tentang siapakah diri-Nya, Petrus langsung menjawab dengan tepat, &amp;quot;Engkaulah Kristus, Anak Allah yang hidup!&amp;quot; Pengakuan iman yang akurat dan dinamis yang pertama di dalam sejarah telah diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu Yesus langsung menjawab Petrus dengan satu kalimat, &amp;quot;Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, karena apa yang kamu katakan itu bukan berasal dari manusia tetapi dari Bapa-Ku yang ada di surga.&amp;quot; Yesus tidak pernah meremehkan doktrin-doktrin yang benar yang membuat Anda menyatakan pengakuan iman yang sungguh-sungguh berasal dari pengenalan yang benar yang merupakan sari dan kristalisasi tentang Dia. Bukan saja tidak meremehkan bahkan Kristus mengonfirmasikan bahwa hal itu bukan berasal dari manusia, tetapi dari Allah. Pada saat itu juga Kristus memberikan wahyu selanjutnya yang kedua yaitu mulai berdirinya gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==BERTANYA TENTANG APA?==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang marilah kita memperhatikan beberapa hal berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Gereja yang tidak mempunyai pengakuan iman tidak seharusnya berdiri sebagai gereja&#039;&#039;&#039;. Tidak seharusnya gereja berdiri hanya karena membawa orang beramai-ramai ikut kebaktian, tetapi tidak tahu apa yang akan didirikan. Kristus tak pernah mengatakan sebelumnya tentang ekklesia sampai Petrus mengeluarkan pengakuan iman yang benar itu. Gereja harus mempunyai pengakuan iman yang berfokus kepada Kristus. Jikalau gereja tidak mengaku Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, namun hanya berfokus kepada-Nya sebagai sumber kepercayaan, maka gereja itu pada suatu hari harus menutup pintunya sendiri. Bukankah pada saat ini begitu banyak orang mengakui Yesus? Tetapi sebagai apakah Yesus itu diakui? Sebagai pembagi rotikah? Sebagai pemberi berkatkah? Sumber anugerahkah? Tabibkah? Atau satu-satunya Juruselamat yang diutus Allah ke dalam dunia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Pada waktu Petrus mengatakan, &amp;quot;Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!&amp;quot; kita dapat memahami hal itu dalam pengertian sejarah dan suprasejarah yang difokuskan menjadi satu. Sepanjang sejarah, Kristus adalah yang dinanti-nantikan oleh umat manusia sepanjang zaman. Berarti pada titik kedatangan Kristus, apa yang diharapkan manusia dari zaman ke zaman sudah konkrit. Titik kedatangan Kristus juga berkait dengan kekekalan. Kristus yang datang ke dalam sejarah adalah Kristus yang berada dalam kekekalan yang melampaui sejarah. Pengharapan ini adalah suatu pengharapan sejati seluruh umat manusia, bukan hanya pengharapan dari bangsa Israel saja. Kekekalan dan kesementaraan hanya mempunyai satu titik kontak yaitu inkarnasi. Kita semua berada di dalam dunia yang bersifat sementara sedangkan Allah berada di surga yang bersifat kekal. Agama-agama lain begitu takut dan gentar kepada Allah karena mereka mengetahui bahwa yang sementara tidak mungkin mencapai yang kekal, tetapi yang kekal itu mungkin memberikan kemurahan kepada manusia. Namun, kemurahan itu belum dipastikan sehingga mereka hanya dapat berkata, &amp;quot;Mudah-mudahan dapat tempat yang baik di sisi Tuhan.&amp;quot; Hal ini terjadi karena titik kontak itu tidak ada. Mengakui adanya Allah tidak berarti bahwa manusia pasti menikmati keberadaan-Nya. Tidak mengakui adanya Allah, tidak berarti bahwa manusia bisa meniadakan keberadaan-Nya. Mengakui adanya Allah dengan menikmati keberadaan Allah itu sama sekali berbeda. Perbedaannya terletak pada adanya titik kontak antara yang sementara dan yang kekal itu. Dan Kristus berada di titik kontak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Manusia dicipta di tengah-tengah dua wilayah yaitu wilayah yang kelihatan dan wilayah yang tidak kelihatan&#039;&#039;&#039;. Dalam wilayah yang kelihatan, manusia harus menerima segala sesuatu yang meneruskan keberadaannya di dalam alam materi, alam yang lebih rendah dari manusia itu sendiri. Tuhan Yesus berkata, &amp;quot;Manusia hidup bukan hanya bersandarkan roti saja, melainkan kepada setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah.&amp;quot; Wilayah kedua, adalah wilayah yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Jadi, Allah mencipta dan menempatkan manusia untuk hidup sekaligus dalam dua dunia yang bersifat berbeda secara kualitas. Kaum komunis yang hanya mengakui keberadaan dunia materi akhirnya akan hancur sendiri. Demikian pula orang-orang yang hanya mengakui dunia spiritual seperti penganut-penganut ajaran mistik, akan hidup menjadi schizoprenis sehingga terlepas dari kebutuhan dan kesaksian sebagai wakil Tuhan di dalam dunia materi. Di dalam dunia materi yang tercampur dengan dunia spiritual ini, mau tidak mau kita harus mengakui terputusnya hubungan antara manusia dengan dunia yang tidak kelihatan sebagai akibat dosa. Hal ini tercantum dalam kitab Yes. 59:1,2. Dosa merupakan pemisah antara kita dan Pencipta dan Sumber hidup kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Orang bisa menjadi kaya tanpa merasa sejahtera. Orang bisa mempunyai banyak uang tanpa mempunyai pengharapan. Orang boleh mempunyai kenikmatan dunia sebanyak mungkin, tapi tidak akan mempunyai kepuasan hidup sebab manusia sudah terpisah dari Allah. Manusia berusaha mencari titik kontak antara kesementaraan dan kekekalan, dan mereka mencarinya di dalam dirinya sendiri, di dalam agama, di dalam nabi-nabi dan pengajar-pengajar yang akhirnya juga mati dengan sendirinya. Ketidakmungkinan merajalela sehingga manusia mati dalam kekecewaan dan keputusasaan tanpa memiliki pengharapan apa pun. Mereka mati dan tidak tahu mau ke mana. Karena Tuhan mengasihi manusia, Ia menurunkan satu titik kontak; titik kontak ini bersumber dari atas ke bawah dan mengakibatkan inkarnasi. Inkarnasi berarti Tuhan menjadi daging; Tuhan yang tidak kelihatan sekarang bisa dilihat; Allah menyatakan diri dalam tubuh dan hidup sebagai manusia. Inilah fokus dari Kristologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &#039;&#039;&#039;Melalui iman Petrus sudah mencapai pengertian yang jelas tentang&#039;&#039;&#039; pertemuan dua dunia, antara &#039;&#039;&#039;yang kekal dan yang sementara&#039;&#039;&#039;. Inilah kristalisasi iman Kristen yang benar. Kalau kita mempunyai pengenalan Kristologi seperti ini, kita tidak akan terjerumus seperti orang yang tidak mengenal Kristus. Kalau orang lain mengenal Kristus hanya sebagai pengubah moral, sosiolog yang besar, revolusionis dalam politik, pemimpin agama yang paling jenius, maka semua itu menjadi nihil pada akhirnya. Petrus berkata, &amp;quot;You are The Christ, The Son of The Living God.&amp;quot; Istilah &amp;quot;are&amp;quot; berarti istilah yang menunjukkan kejadian yang terjadi sekarang, secara nyata dan jelas. Dengan kedatangan Kristus, kita tidak perlu lagi kembali kepada satu pengharapan yang hari depannya tidak diketahui dengan pasti, yang secara abstrak ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang tidak mengenal Yesus Kristus. Kata &amp;quot;The Son of The Living God&amp;quot;, menunjukkan bahwa Yesus berasal dari dunia yang tidak kelihatan, dunia kekekalan dan sekarang Ia ada dan berwujud dalam dunia yang kelihatan, dunia sejarah. Inilah berkat terbesar di mana manusia boleh bertemu dengan Tuhan yang begitu prihatin kepada umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:Sebenarnya, sebelum Petrus mengatakan hal itu, ada perkataan yang mirip yang keluar dari mulut seorang bernama Simeon kepada Yesus Kristus, kira-kira tiga puluh tahun sebelumnya. Simeon yang saat itu menggendong Yesus Kristus yang masih bayi, berkata, &amp;quot;Ya Allah, lepaskanlah kini hamba-Mu ke dalam damai karena hari ini dengan mataku sendiri, aku sudah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.&amp;quot; Kalimat itu merupakan kalimat yang agung karena sudah diurapi oleh Roh Kudus dan keluar dari bibir seseorang dengan begitu tepat, &amp;quot;Aku sudah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Keberadaan Kristus dalam sejarah merupakan suatu realisasi dari keselamatan yang dikaruniakan kepada manusia. Maka Tuhan Yesus berkata, &amp;quot;Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.&amp;quot; Apakah artinya istilah batu karang? Orang-orang Katolik mengatakan bahwa istilah itu dikenakan kepada Petrus. Pengertian semacam ini tidak benar karena jika demikian, maka seluruh pemberitaan Kitab Suci harus mengubah arahnya karena seluruh Kitab Suci tidak pernah menyebut bahwa gereja didirikan di atas Petrus. Satu ayat pun tidak ada yang menunjang kalimat dari pengakuan iman Katolik tentang hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kitab Suci mengatakan bahwa &#039;&#039;&#039;gereja didirikan di atas nabi dan rasul&#039;&#039;&#039;, dan bentuk kata yang digunakan adalah bentuk yang jamak, bukan tunggal, nabi-nabi dan rasul-rasul, bukan hanya di atas Petrus. Istilah nabi-nabi dan rasul-rasul merupakan istilah yang menerangkan bahwa nabi-nabi mewakili Perjanjian Lama dan rasul-rasul mewakili Perjanjian Baru. Firman Tuhan dalam Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru itulah yang menjadi fondasi berdirinya gereja. Tapi inipun belum mencapai finalnya karena Alkitab mengatakan bahwa gereja didirikan di atas Batu Karang yang tidak pernah berubah. Siapakah Dia? Dialah Yesus Kristus. Gereja didirikan di atas para nabi dan para rasul. Ini berarti bahwa gereja yang benar, berdiri di atas kepercayaan pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; dan isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru difokuskan kepada Kristus. Tuhan tidak mengatakan bahwa Petruslah satu-satunya yang menjadi fondasi didirikannya gereja; tak pernah demikian. Kita menolak penafsiran demikian, tapi kita menerima kesaksian Kitab Suci yang mengatakan bahwa Petrus adalah nama baru yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya. Yesus adalah Kristus di dalam sejarah dan Anak Allah dalam supra- sejarah. Iman menjelajah kedua wilayah, terlepas dari dunia yang kelihatan. Kita juga menikmati sekaligus dunia yang tidak kelihatan karena kita berada di dalam Kristus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Catatan kaki==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1] Yeremia adalah seorang nabi yang penuh dengan perasaan cinta kasih kepada orang-orang yang perlu dikasihani dan ia juga penuh dengan kesedihan dan prihatin. Jadi mereka berpendapat bahwa Yesus adalah orang penuh dengan prihatin dan penuh dengan belas kasihan. Di dalam Kitab Suci dicatat ada sepuluh kali Yesus &amp;quot;jatuh hati oleh belas kasihan&amp;quot; (compassion); Dia sehati dengan mereka yang menangis, dengan mereka yang membutuhkan, dengan mereka yang sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2] Saya sangat tertarik dengan pertanyaan ini karena ada begitu banyak pemuda-pemudi yang belajar Kristologi, belajar tentang Tuhan, tetapi tidak belajar dari Tuhan sendiri melainkan belajar dari orang-orang lain tentang Tuhan. Cara mereka menerangkan Tuhan adalah dengan mengutip pandangan Kristus menurut Karl Barth, Emille Brunner, Rudolf Bultmann, Jurgen Moltmann, Wolfhart Panennberg, dsb. Tetapi jika ditanya tentang Kristus berdasarkan pengertian pribadi mereka, ternyata mereka melarikan diri dari tanggung jawab kepercayaan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3] Tukang parkir tidak memperhatikan suara apa pun yang masuk ke telinganya selain dari bunyi mobil yang baru distarter. Setiap suara yang masuk ke telinga disaringnya. Tapi hanya suara mobil yang baru distarter yang membuatnya bereaksi untuk menagih uang parkir. Konsep penyaringan seperti itulah yang kita sebut sebagai persepsi selektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: http://reformed.sabda.org/node/77&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=18</id>
		<title>TOP Kristus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=18"/>
		<updated>2017-01-11T08:14:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;&amp;lt;big&amp;gt;Siapakah Kristus?&amp;lt;/big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/Xlpd-FuwZxY&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- Video Inggris&lt;br /&gt;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/AWZYgVK_DJI&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&lt;br /&gt;
--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya Yesus Kristus dipandang sebagai seseorang yang pernah hidup di Israel sekitar 2000 tahun yang lalu. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus Kristus didiskusikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir setiap agama besar berpandangan bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh. Masalahnya, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.S. Lewis dalam bukunya &#039;&#039;Mere Christianity&#039;&#039; menulis, “Saya berusaha mencegah orang mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: ‘Saya siap menganggap Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.’ Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seorang manusia biasa mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus, tidak mungkin dirinya merupakan seorang pengajar moral yang agung. Kalau ia bukan orang gila – yang mungkin setara dengan orang yang mengatakan dirinya telur rebus – pastilah ia Iblis dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;big&amp;gt;Engkau harus menentukan pilihanmu.&amp;lt;/big&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini adalah Anak Allah, orang gila atau lebih parah…. Anda silakan menutup telinga dan menganggapNya orang bodoh, Anda bisa meludahiNya, membunuhNya sebagai iblis, atau Anda bisa tersungkur di kakiNya dan menyebutNya Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan Dia hanyalah seorang pengajar yang agung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jadi siapakah Kristus? Apa kata Alkitab mengenai Dia? ===&lt;br /&gt;
1) Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Yesus Kristus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah deklarasi bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini &amp;quot;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&amp;quot; (Yohanes 10:33).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus Kristus sebagai sebuah deklarasi bahwa diriNya adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus Kristus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus betul-betul telah menyatakan diriNya adalah Allah dengan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus Kristus menyatakan, &amp;quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.&amp;quot; Kembali orang-orang Yahudi meresponi dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus Kristus (Yohanes 8:59).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus menyatakan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus Kristus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Melalui Yohanes 1:14 kemudian dinyatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Tomas, salah satu rasul, mengungkapkan pada Yesus Kristus, &amp;quot;Ya Tuhanku dan Allahku!&amp;quot; (Yohanes 20:28). Yesus Kristus tidak mengoreksi dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5) Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6) Allah Bapa adalah saksi dari identitas Yesus Kristus yang paling bisa dijadikan pegangan, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: &amp;quot;Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7) Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama juga menyatakan keilahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, percaya kepada Yesus Kristus sebagai seorang guru yang baik &#039;&#039;bukanlah sebuah pilihan&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus dengan jelas dan tak dapat disangkal telah menyatakan diriNya sebagai Allah. Kalau Dia bukan Allah, Dia adalah seorang pendusta, yang berarti bukanlah seorang nabi, guru yang baik atau manusia yang beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam usaha menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus, para “sarjana-sarjana” modern mengatakan bahwa “Yesus sebagai sosok sejarah ” tidak mengucapkan banyak hal seperti yang tercatat di Alkitab. Siapakah kita yang dapat berdebat dengan Firman Tuhan mengenai apa yang Yesus Kristus katakan atau tidak katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana seorang “sarjana” yang hidup dua ribu tahun setelah Yesus Kristus dapat lebih mengerti apa yang Yesus Kristus katakan dan tidak katakan, dibanding dengan mereka yang hidup bersamaNya, melayani bersamaNya dan diajar langsung olehNya sendiri (Yohanes 14:26)?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mengapa pertanyaan mengenai identitas Yesus Kristus yang sebenarnya begitu penting? Mengapa penting kalau Yesus Kristus itu Allah atau bukan? ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang paling penting bahwa Yesus Kristus haruslah Allah karena jika Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah memadai untuk membayar hutang dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yesus Kristus haruslah Allah sehingga Dia dapat membayar hutang kita. Tapi, Yesus Kristus juga haruslah manusia supaya Dia bisa mati secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus! Keilahian Yesus Kristus adalah alasan mengapa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keilahian Yesus Kristus adalah dasar mengapa Dia menyatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=17</id>
		<title>Kontak</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=17"/>
		<updated>2014-02-07T07:35:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;!--&amp;lt;noinclude&amp;gt;Jika Anda memiliki saran, masukan, ataupun Anda ingin menambahkan bahan, Anda dapat menghubungi kami menggunakan formulir di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;emailform&amp;gt;&lt;br /&gt;
 {| &lt;br /&gt;
 | Nama: || &amp;lt;emailform name=40 /&amp;gt; || &lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | Email: || &amp;lt;emailform from=40 /&amp;gt; ||&lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | Komentar:&lt;br /&gt;
 | colspan=&amp;quot;2&amp;quot; | &amp;lt;emailform comments=80x8 /&amp;gt;&lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | colspan=&amp;quot;3&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot; | &amp;lt;emailform submit=&amp;quot;Kirim Komentar&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
 |}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/emailform&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;emailform result&amp;gt;&lt;br /&gt;
Terima kasih atas komentar Anda!&lt;br /&gt;
{| width=&amp;quot;300px&amp;quot;&lt;br /&gt;
| &#039;&#039;&#039;Dari:&#039;&#039;&#039; &amp;lt;emailform name /&amp;gt; &amp;lt;emailform from/&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar:&#039;&#039;&#039; &amp;lt;emailform comments /&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/emailform&amp;gt;&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;includeonly&amp;gt;Anda tidak perlu mendaftar untuk meninggalkan komentar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;discussion /&amp;gt;&amp;lt;/includeonly&amp;gt;--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda memiliki saran, masukan, ataupun Anda ingin menambahkan bahan, Anda dapat menghubungi kami di pesta(at)sabda.org&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas komentar Anda!&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Halaman_Utama&amp;diff=16</id>
		<title>Halaman Utama</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Halaman_Utama&amp;diff=16"/>
		<updated>2011-05-11T10:11:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: memindahkan Halaman Utama ke TOP Kristus&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;#ALIH [[TOP Kristus]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=15</id>
		<title>TOP Kristus</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=TOP_Kristus&amp;diff=15"/>
		<updated>2011-05-11T10:11:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: memindahkan Halaman Utama ke TOP Kristus&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;MediaWiki telah terpasang dengan sukses&#039;&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silakan baca [http://www.mediawiki.org/wiki/Help:Contents/id Panduan Pengguna] untuk cara penggunaan perangkat lunak wiki ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Memulai penggunaan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://www.mediawiki.org/wiki/Manual:Configuration_settings/id Daftar pengaturan konfigurasi]&lt;br /&gt;
* [http://www.mediawiki.org/wiki/Manual:FAQ/id Daftar pertanyaan yang sering diajukan mengenai MediaWiki]&lt;br /&gt;
* [https://lists.wikimedia.org/mailman/listinfo/mediawiki-announce Milis rilis MediaWiki]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=14</id>
		<title>Kontak</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=14"/>
		<updated>2011-05-11T08:12:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: Melindungi &amp;quot;Kontak&amp;quot; ([edit=sysop] (selamanya))&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;noinclude&amp;gt;Jika Anda memiliki saran, masukan, ataupun Anda ingin menambahkan bahan, Anda dapat menghubungi kami menggunakan formulir di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;emailform&amp;gt;&lt;br /&gt;
 {| &lt;br /&gt;
 | Nama: || &amp;lt;emailform name=40 /&amp;gt; || &lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | Email: || &amp;lt;emailform from=40 /&amp;gt; ||&lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | Komentar:&lt;br /&gt;
 | colspan=&amp;quot;2&amp;quot; | &amp;lt;emailform comments=80x8 /&amp;gt;&lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | colspan=&amp;quot;3&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot; | &amp;lt;emailform submit=&amp;quot;Kirim Komentar&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
 |}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/emailform&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;emailform result&amp;gt;&lt;br /&gt;
Terima kasih atas komentar Anda!&lt;br /&gt;
{| width=&amp;quot;300px&amp;quot;&lt;br /&gt;
| &#039;&#039;&#039;Dari:&#039;&#039;&#039; &amp;lt;emailform name /&amp;gt; &amp;lt;emailform from/&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar:&#039;&#039;&#039; &amp;lt;emailform comments /&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/emailform&amp;gt;&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;includeonly&amp;gt;Anda tidak perlu mendaftar untuk meninggalkan komentar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;discussion /&amp;gt;&amp;lt;/includeonly&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=13</id>
		<title>Kontak</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=Kontak&amp;diff=13"/>
		<updated>2011-05-11T08:10:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;&amp;lt;noinclude&amp;gt;Jika Anda memiliki saran, masukan, ataupun Anda ingin menambahkan bahan, Anda dapat menghubungi kami menggunakan formulir di bawah ini:  &amp;lt;emailform&amp;gt;  {|   | Na...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;noinclude&amp;gt;Jika Anda memiliki saran, masukan, ataupun Anda ingin menambahkan bahan, Anda dapat menghubungi kami menggunakan formulir di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;emailform&amp;gt;&lt;br /&gt;
 {| &lt;br /&gt;
 | Nama: || &amp;lt;emailform name=40 /&amp;gt; || &lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | Email: || &amp;lt;emailform from=40 /&amp;gt; ||&lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | Komentar:&lt;br /&gt;
 | colspan=&amp;quot;2&amp;quot; | &amp;lt;emailform comments=80x8 /&amp;gt;&lt;br /&gt;
 |-&lt;br /&gt;
 | colspan=&amp;quot;3&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot; | &amp;lt;emailform submit=&amp;quot;Kirim Komentar&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
 |}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/emailform&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;emailform result&amp;gt;&lt;br /&gt;
Terima kasih atas komentar Anda!&lt;br /&gt;
{| width=&amp;quot;300px&amp;quot;&lt;br /&gt;
| &#039;&#039;&#039;Dari:&#039;&#039;&#039; &amp;lt;emailform name /&amp;gt; &amp;lt;emailform from/&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar:&#039;&#039;&#039; &amp;lt;emailform comments /&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/emailform&amp;gt;&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;includeonly&amp;gt;Anda tidak perlu mendaftar untuk meninggalkan komentar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;discussion /&amp;gt;&amp;lt;/includeonly&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:EmailForm&amp;diff=12</id>
		<title>MediaWiki:EmailForm</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:EmailForm&amp;diff=12"/>
		<updated>2011-05-11T08:05:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Kontak | webmaster@sabda.org | [Kontak Kristus.co]&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kontak | webmaster@sabda.org | [Kontak Kristus.co]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:Title-4&amp;diff=11</id>
		<title>MediaWiki:Title-4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:Title-4&amp;diff=11"/>
		<updated>2011-05-11T08:03:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Translate this page&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Translate this page&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:Mainpage&amp;diff=10</id>
		<title>MediaWiki:Mainpage</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kristus.co/index.php?title=MediaWiki:Mainpage&amp;diff=10"/>
		<updated>2011-05-11T07:56:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kristus: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;{{SITENAME}}&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{SITENAME}}&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kristus</name></author>
	</entry>
</feed>